Nasib Umi dan 6 anaknya
Tuesday, July 26, 2011
“Tuhan menciptakan manusia itu sempurna tapi manusia yang menjadikannya tidak sempurna”
Monday, June 20, 2011
Janji untuk diri sendiri.
Monday, May 23, 2011
Gak selalu menangis itu melegakan. Kadang, menangis justru membuat menyesal. Malam itu gak tau kenapa hormon emosi tumbuh tinggi seperti diberi makan setan. Semua kata yang seharusnya gak perlu dibicarakan akhirnya keluar tanpa filter. Di hari ulang tahun saya seharusnya sesuatu yang dilakukan adalah, bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Tapi yang muncul amarah, keluhan, umpatan. Ya saya sungguh menyesal seharusnya saya lebih dewasa. Dewasa berarti mampu mengendalikan emosi dan tidak labil. Dan sudah seharusnya saya bersikap Dewasa.
Janji untuk diri sendiri.
Biasa
Saturday, April 23, 2011
Life and Train
Monday, April 11, 2011
nikmati ketika kamu berada diatas kereta. melihat di luar jendela. melintasi jalan-jalan berbeda. pinggiran kota dan keadaanya. rumah-rumah beberapa senti dari samping kereta, potret pinggiran kota yang membuatmu lebih beruntung hidup di dunia. melintasi bukit-bukit yang tak dijamah. menikmati matahari terbenam, hamparan laut danau dan sungai. merasakan kehangatan bapak yang menggonceng anaknya. tapi, kereta tetap saja egois. tak mau mengalah, pak presiden dan rombongannya harus berhenti ketika kereta melintas. jangan berani2 menentangnya, yang tak mau mengalah pasti terlindas. ketika matahari mulai terbenam, kenikmatan menjauh darimu. semuanya gelap seperti terowong yang biasa dilewati tapi ini lebih lama dan membuatmu lelah. seperti hidupmu kadang-kadang sesuatu yang kelam terjadi. tapi belum juga selesai. ketika kamu tidak bisa berbuat apa-apa cukup bertahan saja. esoknya kau akan menikmati matahari pagi dan keindahan lagi, bahkan mungkin kau sudah sampai tujuanmu, atau sebentar lagi :))
The Living Culture (yogyakarta), Never Ending Asia
Wednesday, February 23, 2011
Tunggangi tradisi raih modernisasi, kira kira itu yang saya ingat dari kuliah PKN dan saya merasakannya di Kota Jogja. Mengagumi jogja karena mampu mempertahankan budaya Jawa dan nasionalismenya terhadap kota ini. Di jalan-jalan raya terlihat spanduk yang bertuliskan "Republik Kota Ngayogyakarta'', "Aku cinta Jogjakarta" dan "Masyarakat Jogjakarta siap Referendum" rakyat jogja ramai-ramai menjadi relawan referendum ketika kotanya diusik oleh isu dicabutnya daerah istimewa dari kota ini.
Buat fotografer saya yang setia Ndaroe Arif Wibowo. Terimakasih selalu setia menemani, menjaga, menikmati kesenangan dan melewati kesedihan bersama. Semoga selalu berjalan bersama dan bergandeng-tangan erat.
so Love you..












