Santai itu boleh. Malas itu boleh. Mengeluh itu boleh. Semua manusiawi. Asal jangan malas-malasan dan keterusan. Karena memberikan jeda itu perlu. Jeda bisa saya artikan memberi ruang untuk Tuhan. kalaupun tidak, kita memberi ruang untuk diri kita. Karena kita manusia, human being. memberi jeda dalam rutinitas kita untuk ibadah, merenung, berfikir, instropeksi. mungkin, itu salah satu alasan kenapa dalam beribadah kita tidak boleh berfikir hal lain selain khusuk padaNya. Cobalah menenangkan pikiran untuk mencari keseimbangan. Semoga menemukan jawaban atas kerumitan.
pojokan perpus
Monday, October 3, 2011
Waktu yang kita lewati sama. Kamu juga makan makanan sama, nasi pastinya. Tapi kamu sudah menjadi "seseorang" dan aku bukan siapa-siapa. Kamu bisa banyak hal. Membuktikan prosesmu dengan hasil. ingat kata2mu kalau orang melihat kita dari apa yang kita hasilkan. Tak nyaman di hati mengingatnya. Mengingat waktu terbuang sia-sia. Ketika kamu melakukan banyak hal, mencoba ini-itu. Aku menghabiskan waktuku dengan jejaring sosial. Sekarang aku merasa tak nyaman. Tak nyaman melihat orang lain yang melebihiku.
Nasib Umi dan 6 anaknya
Tuesday, July 26, 2011
Di rumah kecil berukuran tiga kali 7 meter. Umi Kulsum tinggal bersama suami dan 6 orang anaknya. Bangunan rumahnya bukan dari dinding tetapi anyaman bambu dan berlantai tanah. Umi tidak bekerja karena harus mengurus kelima anaknya yang masih kecil. Sedangkan suaminya hanya pekerja serabutan sebagai buruh bangunan panggilan. Ditanya soal gaji suami, Umi hanya menjawab “saya tidak tahu soalnya tidak pernah pasti” saya tetap bertanya “ kira kira sebulan dapat sekitar berapa?” umi hanya menggeleng geleng tidak tahu. Untuk memenuhi kebutuhan suaminya juga mengurus hewan titipan seperti ayam, kambing dan sapi di sebelah rumahnya. Jika hewan-hewan itu memiliki anak maka dia beruntung, karena akan mendapatkan anak hewan piaraan itu. Untuk menghidupi 8 anggota keluarga dengan pekerjaan serabutan, memang tidak masuk akal di jaman yang serba mahal ini. Anak bungsunya masih berumur 3 tahun sedangkan anak sulungnya lulusan sd dan tidak melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama karena lebih memilih bekerja. Keempat anaknya yang lain masih sekolah dasar. Dengan adanya Bantuan Operasional Pemerintah anak-anaknya bisa bersekolah gratis. Tetapi bukankah banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi yaitu kesehatan, hiburan dan keperluan yang tidak terduga. Umi mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah. Bantuan Langsung Tunai dan beras yang wajib diterima oleh warga miskin pun dia tidak pernah mendapatkan. Umi tidak tahu alasan kenapa dia tidak mendapatkan bantuan. Harapannya agar pemerintah lebih diperhatikan keluarganya. Dengan bantuan yang dapat menunjang kehidupannya.
“Tuhan menciptakan manusia itu sempurna tapi manusia yang menjadikannya tidak sempurna”
Monday, June 20, 2011
Indonesia. Apa yang terlintas di pikiran kita mendengar nama itu. Gugusan ribuan pulau dengan lautan yang luas. Memiliki sumber daya alam yang melimpah, benareka ragam suku dan budaya. Tempat tinggal yang sempurna.
Lihat saja disekitar kalian, apa kalian merasakan kekurangan. Ini yang saya dapat disekitar saya, air yang melimpah tanpa harus membayar mahal, udara yang sejuk, fasilitas yang memadai, listrik, internet, transportasi, sekolah terbaik tempatnya doktor dan profesor.
Sempurna bukan? Tapi apa yang saya lakukan selama ini. Fasilitas yang tersedia tidak saya manfaatkan dengan baik, menjadikan itu tidak sempurna. Bagaimana tidak, saya sudah dewasa tapi belum berbuat untuk siapa-siapa. Semakin tinggi ilmu yang saya dapat seharusnya semakin berfikirlah, memanfaatkan apa yang kita dapatkan secara maksimal adalah keharusan. Kalau tidak, lalu apa yang kita lakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Dapat dan buang.
Saya selalu pusing membicarakan keadaan di Indonesia dengan permasalahan moral yang carut marut. Tapi kesal juga kalau hanya bisa bicara tapi tidak bisa merubah apa-apa. Organisasi yang saya masuki memiliki cara sendiri untuk berjuang memperbaiki keadaan. Kalau kita tidak bisa memperbaiki keadaan negara ini. Setidaknya jangan memperburuknya dengan tidak melakukan apa-apa. Lakukan sesuatu yang kalian anggap itu baik. Pasti ada manfaatnya.
Janji untuk diri sendiri.
Monday, May 23, 2011
Gak selalu menangis itu melegakan. Kadang, menangis justru membuat menyesal. Malam itu gak tau kenapa hormon emosi tumbuh tinggi seperti diberi makan setan. Semua kata yang seharusnya gak perlu dibicarakan akhirnya keluar tanpa filter. Di hari ulang tahun saya seharusnya sesuatu yang dilakukan adalah, bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Tapi yang muncul amarah, keluhan, umpatan. Ya saya sungguh menyesal seharusnya saya lebih dewasa. Dewasa berarti mampu mengendalikan emosi dan tidak labil. Dan sudah seharusnya saya bersikap Dewasa.
Janji untuk diri sendiri.
Gak selalu menangis itu melegakan. Kadang, menangis justru membuat menyesal. Malam itu gak tau kenapa hormon emosi tumbuh tinggi seperti diberi makan setan. Semua kata yang seharusnya gak perlu dibicarakan akhirnya keluar tanpa filter. Di hari ulang tahun saya seharusnya sesuatu yang dilakukan adalah, bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Tapi yang muncul amarah, keluhan, umpatan. Ya saya sungguh menyesal seharusnya saya lebih dewasa. Dewasa berarti mampu mengendalikan emosi dan tidak labil. Dan sudah seharusnya saya bersikap Dewasa.
Biasa
Saturday, April 23, 2011
Disini, sekali lagi saya mencoba menerjemahkan hidup. Kehidupan yang punya banyak makna. Keabstrakan hidup membuat tidak ada kebenaran atau kesalahan yang mutlak. Tapi kita dituntut untuk bisa menentukan yang salah dan benar. Akhirnya hanya bisa mendekati benar atau tidak benar-benar salah. Terlintas dikepala, bahwa semua hal adalah biasa. Menjadi superstar dengan kemewahannya adalah biasa untuknya dan menjadi pemulung yang sehari makan satu kali adalah biasa buat dia. Walaupun sesekali mereka menangis karena menyadari pahitnya hidup dan kemudian mereka malakukan hal yang sama lagi entah sampai kapan. Untuk para pekerja keras yang mungkin sekarang kita bisa melihat kesuksesannya. Bekerja keras adalah sesuatu yang menjadi biasa untuk mereka. Untuk kita yang tertinggal, melihat hal itu hanya bisa terkagum-kagum dan menganggap hal itu luar biasa. Ya itu yang saya maksud hidup adalah biasa. Beberapa orang menangis ketika saya bercerita tentang sisi hidup saya yang pedih. Tapi ketika saya bisa melaluinya lagi dan lagi saya merasa sesuatu yang berat itu biasa. Yang membedakan adalah apa yang dilakukan. Tapi sama dan menjadi biasa untuk yang melakukannya. teori biasa yang saya pikirkan terasa aneh. Tapi sekali lagi hidup memang tidak sesederhana itu dan tidak ada kebenaran mutlak. Setiap orang punya cara dan pikiran sendiri untuk memaknai hidup. yang ingin saya sampaikan saat ini, coba biasakan menghadapi masalah yang tidak biasa dan ketika sudah mampu membuatnya biasa maka saya percaya level kita akan meningkat
Subscribe to:
Posts (Atom)
